Kerinduan Allah

12 Apr 2012

Sejak semula Allah telah membuat sebuah rencana. Sebuah maksud yang abadi. Bahkan Ia sudah merencanakannya jauh sebelum penciptaan dimulai. Jauh sebelum waktu mulai berdetik. Allah yang hidup di dalam komunitas tritunggal ingin membangun rumahNya. Tempat dimana Allah bisa tinggal. Sebuah rumah yang adalah buatan tanganNya sendiri. Karena itulah ia menciptakan manusia.

Tetapi sayangnya kejatuhan manusia ke dalam dosa membuat manusia tidak dapat melihat rencana Allah lagi dalam hidupnya. Manusia harus pergi meninggalkan rumah Allah. Manusia di bumi hidup dengan kehendaknya sendiri, dan mulai jatuh ke dalam berbagai masalah di bumi. Perzinahan, kekuasaan, uang, kebencian, perang, kemiskinan, membuat manusia semakin jauh dari Allah.

Untunglah Allah tahu ketidakmampuan manusia untuk menang dari dosa. Ia mengorbankan anakNya yang tunggal, Yesus Kristus untuk turun ke bumi. Yesus membangun fondasi rumah Allah dengan 12 orang rasul. Ia mengajar para muridNya bagaimana cara hidup sebagai rumah Allah. Ia mengajar bagaimana cara berfungsi dalam pelayanan 5 jawatan. Ia memuridkan murid-muridNya. Dan terakhir Ia mengorbankan dirinya untuk menebus dosa setiap manusia yang percaya kepadaNya.

Dan di zaman akhir ini, kita dapat melihat maksud abadi Allah semakin digenapi di seluruh dunia dan juga di gereja kita. Allah ingin setiap kita menjadi batu hidup yang menyusun rumahNya. Batu hidup yang secara aktif berfungsi di dalam rumahNya. Bukan hanya sekedar menjadi penonton atau penyumbang semata.

Bagaimana cara kita menjadi batu yang hidup di dalam rumah Allah?

1. Bergabung di dalam komunitas sel/persekutuan.
Ibadah Raya setiap hari Minggu bukanlah gereja yang sebenarnya. Itu hanya sebuah acara untuk merayakan kemenangan bersama Tuhan yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Gereja yang sebenarnya adalah ketika kita ada di dalam sebuah komunitas sel, dimana kita bisa mempraktekkan firman Tuhan untuk saling mengasihi, saling memperhatikan, saling mendoakan satu sama lain dalam kehidupan kita sehari-hari. Sebagai anggota komsel juga bukan hanya mendatangi acara pertemuan komsel seminggu sekali. Komsel adalah gaya hidup sehari-hari. Apakah kita ingat dengan teman komsel kita di luar pertemuan komsel? Seberapa perdulikah kita dengan kehidupan teman komsel kita? Apakah kita tahu pergumulan dan masalah yang sedang dihadapi oleh teman komsel kita? Mari saudara, bergabunglah di dalam komsel dan alami kehidupan gereja yang sebenarnya.

2. Pelayanan lima jawatan.
Ketika merancang pembangunan rumahNya, Allah sudah merencanakan bahwa setiap orang memiliki fungsi, karunia, dan peranan yang unik di dalam rumahNya. Fungsi tersebut hanya bisa dilakukan oleh satu orang yang sudah di tentukan Allah. Coba bayangkan kalau tembok rumah kita kehilangan sebuah batu bata. Atau kalau salah satu baut di tiang penyangga rumah kita tidak pas. Pasti kita tidak akan bisa merasa nyaman tinggal di rumah itu karena takut suatu waktu rumah itu rubuh. Setiap kita memiliki fungsi di dalam rumah Tuhan, ada yang dikaruniai sebagai rasul, nabi, penginjil, pengajar, dan gembala. Mari mulai berfungsi sesuai dengan karunia kita di dalam rumah Tuhan.

3. Pemuridan One on One
Keterbukaan adalah awal dari pemulihan. Yakobus 5:16 berkata bahwa jika kita saling mengaku dosa dan saling mendoakan, kita akan sembuh. Tidak ada manusia yang sempurna, tetapi kita akan diproses sampai menjadi sempurna seperti Kristus. Untuk bisa diproses, kita harus bersedia untuk merendahkan hati dan menjadi seorang murid. Kita harus berani mengakui dosa kita ketika kita jatuh dalam dosa agar Tuhan bisa menyembuhkan kita. Untuk mengaku dosa, tentunya kita butuh orang lain yang bisa kita percaya. Karena itu, marilah kita mulai mencari orang yang bisa menjadi pemurid kita dan saling memuridkan satu lawan satu. Ketika hidup kita transparan sepenuhnya, tanpa ada dosa yang ditutup-tutupi, pasti sinar kemuliaan Tuhan akan semakin memancar dari hidup kita, dan kita akan semakin dibentuk untuk menjadi semakin serupa dengan Kristus hari demi hari.

Kamu bukan lagi orang yang dibuang

Tempat ini adalah rumahmu

Kamu bukan lagi orang asing dan pendatang

Tempatmu adalah disini

Tuhan sedang membangun rumah

Dia menggunakan kita semua, tak perduli bagaimana caranya kita bisa sampai disini

Dia menggunakan para rasul dan nabi-nabi sebagai dasarnya

Sekarang Tuhan menggunakanmu

Menyusunmu batu demi batu

Dengan Yesus sebagai batu penjuru

Yang memegang semua bagian menjadi satu

Kita melihat rumah ini dibentuk hari demi hari

Sebuah bait suci yang dibangun oleh tangan Tuhan sendiri

Setiap kita dibangun didalamnya

Sebuah bait suci dimana Tuhan tinggal di dalamnya


TAGS build my home maksud abadi Allah


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post